INEM, QUCKIE ISTRI TEMAN

By Lucy 07 June 2019
"aduh! Liat2 donk kalo jalan Nem.." ucap ku saat Nuri menyenggol tangan kiri ku dengan pantatnya yang mungil dan kenyal.

"Iih sapa suruh ngalingin jalan, Jajang.." ucap Nuri sewot sambil belseloroh mengambil jemuran di teras halaman belakang tempat gw ngerokok.

Sialan nih istrinya si Wirya, sejak kapan nama gw dari Randy berubah jadi Jajang.
Saat itu aku sedang mampir ke rumah Wirya untuk main game bareng dengan teman2 dan kebetulan aku yang duluan sampai ke rumahnya, biasanya di rumahnya yang agak luas ga pernah kosong karena ada adik dan ibunya tapi kali ini bener2 kosong.

Pergi ke rumah sodara kata si Nuri saat aku tanya kemana mereka.

Tinggal aku dan Nuri di rumahnya. Wirya sama seperti aku, dia juga penggemar memek, bekerja dibagian sales n promotion membuat dia leluasa mengajak ngewe spg2 muda bau kencur maupun spg kelas B yg cantik2.

Nuri adalah sosok yg membuat aku kaget karena Wirya tiba2 menikahi seorang wanita solehah berkerudung khas spg bau kencur yang masih 17 tahun tinggi 150 cm dengan tubuh kecil, toket kecil dan pantat bulat kenyal. Nuri adalah seorang yang ceria, cablak, easy going khas sifat cabe2an sama seperti kepribadian Wirya.

Wirya lah yang selalu memanggil Nuri dengan sebutan Inem,si pelayan sex. Iya, Nuri tidak tau klo Inem buat kami bukan hanya sekedar panggilan pembantu, namun panggilan jablay.

Jujur saja, keberadaan Nuri membuat kekompakan kami agak terganggu. Aku dan Nuri selama ini hanya sekedar basa basi saja saat berinteraksi, ya aku memang bejat selalu horny dengan istri orang tapi tidak kepada Nuri karena dia bukan type aku.

Aku sedang berdiri merokok tiba2 Nuri dengan cekatan lewat lagi membawa bak berisi jemuran yang sudah kering. Jarak antara aku dan jemuran sangat sempit jadi Nuri harus agak nungging saat lewat di depan aku.

Aku kaget, pantatnya yang bulat menggesek kontolku.

"Nem, liat2 lagi donk klo lewat, tar gw khilaf abis luh!" Ucapku ngasal.

"Alah belagu, gw goyang setengah menit juga muncrat luh.." jawab Nuri cekikikan sambil meletakkan bak jemuran kering di dekat meja setrika.

"Apa lu bilang bocah? Senyam senyum" Tanyaku gak percaya, Nuri yang terlihat alim bicara seperti itu. aku merasa direndahkan. Sudah berapa banyak istri orang yang aku tiduri membuat harga diriku terhina dengan ucapan Nuri tadi.

Aku langsung membuang puntung rokok keluar dan segera masuk kedalam dengan muka marah, Nuri segera mundur hingga ke pinggir meja dapur dia melirik sekali ke jendela depan lalu melihat ke wajahku yang merah padam.

"Coba lu bilang sekali lagi?"

"Gw bilang setengah menit gw goyang juga muncrat luh, cowo ganteng kayak lu kan gitu, biasanya omong doang gede, goyang dikit muncrat bilangnya lagi ga mood,"

"Lo pikir bisa bikin gw muncrat setengah menit? Sialan lu nem. Klo ngewe sama gw minimal 20 menit baru muncrat"

"Alah omdo, nih buru masukin" Nuri memutar badannya bersender pada pinggir meja makan melepas celana training dia

"Buruan! Keburu wirya atau emak pulang" ucap Nuri seraya mencondongkan pantat nya ke arah kontol aku sambil melepas kerudung hitamnya.

Pikiranku kalut, wirya teman lama ku sudah seperti saudara. Namun kejantananku dipertanyakan disini oleh istrinya sendiri.

Aku segera membuka celana jeans aku dan mengeluarkan kontolku yang sudah mengeras.

Jari telunjuk kiriku segera menggesek memeknya yg hangat, mungil dan lembut dengan jembut yang jarang, tanganku segera ditepis oleh Nuri.

"Buruan ah lama, ga usah foreplay"

Aku segera meraih pinggangnya lalu tangan kananku membimbing kontolku ke memeknya, mengusap memeknya dengan kontolku setelah pas segera kusodok memeknya perlahan.

"Uuugghh..fffshhh" aku memejamkan mataku saat kontolku mulai melesak masuk ke dalam memeknya yang seret belum basah.

Aku mengrenyitkan dahi dan meringis, menahan ngilu nikmat hangat yang mendera seluruh tubuh dan kontolku.

Gila, baru pertama ini aku merasakan memek senikmat ini, dibalik tubuhnya yang kecil mungil terdapat memek yang nikmat sekali tiada dua nya. Sekarang aku mengerti kenapa banyak om2 yang rela bayar mahal untuk merasakan memek cabe2an.

Aku berusaha keras untuk menahan sperma ku supaya tidak muncrat, sambil menguasai diri aku mulai memaju mundurkan sodokanku secara perlahan, jangan sampai muncrat duluan. Bisa malu, apalagi kalau dia ngomong ke suaminya.

Aku melihat wajahnya lewat cermin di depan ku, Nuri menggigit bibir bawahnya sambil mulai beradaptasi mengikuti ritme sodokan ku..

"Setengah menit...uuffhh" Nuri mulai menyambut tiap sodokan kontolku. Gila, dia ga main2 dia benar2 ingin membuat aku muncrat dalam setengah menit.

Slepp..slepp.sleep..sleep..sleep.. aku semakin mencengkram pinggang Nuri dengan kedua tanganku untuk berkonsentrasi dengan sodokanku.

Uh..uh..nnh..nh..nhh..nhh..ahh..mmhh.. Nuri mendesah2, sambutan pantatnya mulai berubah menjadi goyangan. Semakin lama semakin nikmat.

Aku meraih rambutnya yang panjang sebahu dengan tangan kanan ku dan tangan kiriku menggenggam pundak nya yang kecil.

Plok.plok.plokk.plok.plokk.plokk terdengar sodokanku semakin tidak karuan ritmenya, pastinya Nuri tahu benar apa itu. Ya, aku sudah diambang batas. Aku bisa memuncratkan spermaku kapan saja.

Nuri dengan memanfaatkan kesempatan ini dengan sigap mengoyangkan pinggulnya semakin liar menyambut sodokanku.

Gak mau rugi, kedua tanganku mulai masuk kedalam kaosnya dan mencari payudaranya. Nuri membantu dengan menyingkap kaosnya. Susunya kecil dan hangat, berulang2 kali aku meremas susu dan memilin putingnya dari belakang.

Plok.plok.plok.plok.plokk.plokk..

Sodokanku sudah tidak terarah disambut dengan goyangan pinggul Nuri yang sangat liar dan nikmat. Spermaku sudah diujung kepala kontolku, serasa ingin meledak.

Aku segera mendekatkan kepalaku kesamping wajahnya, desahanku beradu dengan desahannya, Nuri segera menoleh dan menyambut wajahku dengan ciuman, kami saling berpagut2an.

Inilah saatnya.."dalem apa luar Nem?" Tanyaku
"Dalem aja dalem" jawab Nuri cepat.

"Hnnngghhh..." Aku mengerahkan segala kekuatanku menyodok2 memeknya sedalam2nya. Nafas kami saling memburu.

Crott.croottt.crottt.crottt..crooott..berulang2 kali spermaku muncrat didalam memeknya yang hangat. Baru kali ini aku merasakan nikmatnya memek cabe2an. Sejenak aku lupa bahwa dia istri sahabat ku. Tubuhku mengejang beberapa saat lalu berangsur2 lemas.

Plop..aku melepas kontolku dari memeknya dan segera jatuh duduk merebah di sofa dekat dapur. Aku melihat Nuri segera bergegas ke kamar mandi. Aku membersihkan sisa2 sperma di kontolku dengan tisu dari meja makan. Aku masukkan kontolku ke dalam celana dan segera merebah di sofa.
Pertempuran kali ini sangat meletihkan karena aku harus mengimbangi goyangan Nuri.
Aku pun memejamkan mataku dengan Kenikmatan memek Nuri masih terngiang2 di kontolku.
Selama sepuluh menit aku memejamkan Mata. Lalu tiba2...
Tok!...."nih ngopi dulu" Nuri meletakkan kopi hitam di meja depan sofa.
"Sialan luh Nem ngagetin mlulu!"
"Dih bukannya bilang terima kasih"
"Iya makasih"
"Gitu kek"
"Huh, Dasar cabe" aku pun memandang lama wajah Nuri. Dia pun salah tingkah..
"Apa liat2, mau gw bikin muncrat lagi?" Tanya dia menantang
"Nanti, masih belum naek" jawab gw kesel.
"Mana katanya 20 menit. Idih, baru dua menit langsung tepar, hihi" sambil memilah2 jemuran keringnya.
"Laki lo noh, kuat maen. Kata cewe2 dia dipanggil superman soalnya kuat ngewe"
"Ih, mana ada superman kulitnya item, hihi..emang sih kuat ngewe tapi klo lagi ga mood sama aja setengah menit muncrat" ujarnya kesal
"Ooh, kasian juga ya elo kentang"
"Iya kentang, klo ngewe sama cewe laen aja kuat giliran sama bini sendiri gampang muncrat"
"Elo nya juga yang jago ngewe, goyangan lo maut Nem"
"Oh ya?"
"Wah, elo kalo jadi jablay nih Nem, gw yakin langganan lo banyak"
"Masa sih?...biasa aja tuh"
"Biasa aja? Lo pernah ngejablay Nem"
"He he..pernah, kenapa?"
"Ga, ga papa kok" akupun penasaran "klo boleh tau sebelum atau sesudah merit?"
"Janji ya lo jangan ngomong ke laki gw"
"Iya gw janji"
"Mm...sesudah, hihi..gw masih perawan waktu merit"
"Oo.. trus kenapa lo ngejablay Nem?"
"Duit lah, namanya juga jablay. Trus jg gw mau bales dendam. Emang si item aja yang bisa bandel"
"Wah, tau gitu dari dulu udah gw entot luh Nem"
"Ihh..lo nya aja yang ga peka. Dari dulu kan gw udah kasih kode juga"
"iya sori"
"Emang dasar ya cowo ganteng suka belagu, biasa ngewe sama cewe cantik jadi ga nganggep gw mentang2 gw ga cantik."
"Ga lah, lo tuh imut Nem. Gw jg musti mastiin elo sekedar supel ato supel beneran"
"Suka peler!" Selorohnya sambil memukul kecil selangkangan gw.

kami pun bercanda cabul sampai salah satu teman gw datang dan mengakhiri aktifitas terselubung kami.