Inspirasi Suami Istri

By Lucy 07 June 2019
Sebelumnya perkenalkan, namaku Gadis. Aku memang suka membaca cerita dewasa. Namun baru kali ini dan baru di semprot.com ini aku mulai beljar menulis dan bercerita tentang pengalaman pribadiku maupun kisah teman ku yang pernah curhat padaku. Semua cerita pribadi ini sudah melalui ijin kepada orang-orang yang terkait dalam isi cerita. Terimakasih, mohon masukan pada kolom komentar mengenai tulisanku.

Kali ini aku ingin menceritakan kembali kisah tetangga dekatku yang cukup akrab denganku. Dia sering curhat berbagai hal kepadaku mulai dari belanjaan sampai pada urusan rumah tangga. Sebut saja namanya Mbak Candra. Mari kita simak cerita nyata tentang mbak candra yang ku tulis dengan gaya bahasaku disini.

Mungkin ini adalah suatu kebetulan atau juga kesengajaan, Sepasang suami istri ini memiliki nama yang sama yaitu Candra. Yang cowok nama lengkapnya Candra Baskara, Sedangkan yang cewek bernama Candra Dewi. Mereka baru menikah sekitar kurang lebih dua tahun, belum memiliki anak. Keduanya tinggal di Kompleks perumahan yang sama denganku. Mas Candra berumur 30 Tahun sedangkan mbak Candra selisih 1 tahun yakni 29 tahun. Perawakan Mas Candra cukup proposional dengan TB/BB 175/67 ditunjang dengan body atletis khas pemain basket dan wajah yang rupawan layaknya Marcello Lefrand ( suaminya cornelia agatha itu lho..). Si Istri berpostur prooduk Indonesia TB/BB 165/52. Body Mbak Candra juga masih singset padat dengan ukuran dada 34 dan ukuran celana 29 (lumayan terbayang padatnya pantat cewek dg ukuran celana itu kan ..?). Kulit kuning langsat seperti bintang citra lotion. Wajah cantik Ayu. Jika dia dimasukkan sebagai salah satu daftar anak lidya kandauw seperti masih cukup layak.

Pasangan itu saling mencintai, menyanyangi, perhatian satu sama lainnya, dan romantis plus mesra sekali. Dalam cerita ini tak ada unsur perselinguhan atau penyelewengan. Ini murni hubungan Suami Istri yang membara.

Mas candra adalah sosok pekerja kantoran yang disiplin. Setiap ku lihat dia berangkat kerja selalu tepat waktu dan tidak pernah molor. Pemandangan biasa yang sering kulirik setiap pagi ketika Mas Candra hendak berangkat adalah kegiatan cium bibir hangat dengan Istri tercinta. Itu dilakukan diruang tengah yang jendelanya tepat berhadapan dengan jendela kamarku ( kami bersebelahan rumah ). Tidak tanggung-tanggung, bukan hanya kecup mesra tapi French Kiss penuh gelora dan berlangsung cukup lama, sekitar 3 menit kurang lebih. Itu terjadi hampir setiap hari sebelum berangkat kerja. Seperti pagi itu, tak sengaja ketika ku gulung korden jendela kamarku yang masih tertutup kaca gelap ku lihat adegan mesra Candra grup. Jendela mereka terbuka, mereka sepertinya tak malu bila kemesraan suami istri dilihat orang. Awalnya mas candra mencium kening Istrinya, Namun tak berselang lama merambat turun ciumannya ke bagian mata, hidung, pipi, dan berakhir dengan sambutan bibir mungil mbak candra yang merekah merona. Saling melahap, julurkan lidah, saling emut, saling peluk, sungguh mempesona. Tangan Mas Candra begitu cekatan memainkan peran dalam membelai rambut, tengkuk hingga dada ranum istrinya. Tangan satunya lagi juga asyik meremas bongkahan pantat istrinya dengan penuh gairah. Aku selalu salut dengan Mbak candra yang selalu bangun pagi, memasak, kemudian mandi dan bersiap untuk berdandan cantik dan seksi lengkap dengan bedak dan lipstiknya hanya untuk menyuguhkan kepada suaminya sarapan keindahan setiap pagi. Tidak pernah kulihat dandanan kusut mbak Candra ketika di depan suaminya kecuali ketika dia sedang sakit. Tanpa berkedip rasanya aku melihat adegan indah ciuman, pelukan, remasan, sepasang sejoli itu. Namun ketika waktu berangkat kerja tiba, mereka seperti dikomando untuk gencatan senjata. Sungguh Harmonisnya mereka.

Suatu ketika, minggu pagi yang cerah. Kulihat keseksian Mbak Candra yang melintas didepan rumahku bersama suaminya. Paduan Rok diatas lutut yang memamerkan keindahan kaki jenjang nan mulus dan sekal serta Kaos lengan panjang ketat berkrah tinggi begitu menonjolkan bulatnya dada yang masih kencang karena belum pernah menyusui bayi. Aku tahu bahwa keseksian Mbak candra yang ditampilkan bukan gaya wanita penggoda pria di tempat umum, dia hanya ingin selalu memberikan penampilan terbaiknya untuk sang suami. Itupun hanya dia lakukan bila sedang keluar dengan Mas Candra. Bila jalan sendiri, dia lebih memilih menutup bagian-bagian aduhainya agar tidak menjadi konsumsi publik tanpa ada perlindungan dari suaminya.

Pelukan mas candra dipinggang sang istri saat berjalan seperti menunjukkan bahwa wanita itu adalah miliknya. Sebelum menginjak siang, sekitar jam 11 an mereka sudah pulang kerumah. Ternyata mereka keluar tadi pagi karena sedang mencari sate kambing buat sang suami dan Telur setengah matang buat sang istri. Disamping itu mereka mampir untuk berbelanja beberapa baju dan lingerie buat Mbak Candra. Sepertinya mereka sedang mempersiapkan amunisi dalam menyambut hari libur minggu. Dan benar ternyata, begitu selesai menutup pintu depan, mas candra langsung memeluk tubuh istrinya dari belakang, namun dengan mesra Mbak candra berbisik manja " sebentar ya sayang, aku ganti baju dulu, keringetan nih sayang, aku gak mau kamu mencium bau kecut ku ", Mas Candra hanya bisa bengong melihat istrinya berjalan lenggak lenggok menuju kamar. Karena Kamar mandi di dalam kamar pribadi mereka sedang dipakai Mbak candra, akhirnya Mas Candra mandi di kamar mandi tamu yang ada diruang tengah, Guyuran air ditubuhnya seperti membasuh penat yang sejak tadi hinggap saat jalan -jalan. Merasa sudahh segar dan wangi, dengan hanya berlilitkan handuk di pinggang, mas candra segera berlari kecil menuju kamar, seperti tak sabar melihat istrinya. Begitu pintu kamar terbuka, sebuah pemandangan begitu gemuruhkan hhati Mas Candra. Nun jauh di dalam kamar sana, berdirilah seorang wanita cantik dengan berbalutkan lingerie terawang berbentuk seperti kemben yang menutup bagian dada hingga sekian centimeter dibawah pangkal paha. Namun kemben penutup itupun juga tak sempurna menutupi tubuh seksi mbak candra, lubang jaring-jaring adalah motif pakaian itu sehingga lingkaran puting Mbak candra mencuat menerobos jaring-jaring itu. Pulasan Bedak ditambah blash on jingga di pipi dipadu dengan lip gloss mengkilat merona membuat darah mas candra seperti berdesir dengan cepat mengisi ronga batang penisnya hingga meriam itupun mendongak terjaga. Begitulah Mbak Candra, untuk menghargai suami dan menjaga hubungan intim yang selalu membara, tak segan-segan dia selalu mempersiapkan dandanan dan riasan express namun bersahaja kapanpun dan dimanapun untuk bingkisan indah bagi suami tercinta.

Kembali pada desiran darah mas candra yang telah terisi pula oleh kekuatan khasiat sate kambing yang panas, dia beringsut maju. Mendekati gugusan tubuh Mbak candra yang molek dan menggairahkan. Dia lihat terus payudara mbak candra yang seakan membusung kedepan dengan ketat, puting mbak candra yang merah muda gelap menyembul keluar membuat panas suasana. Samar-samar pula bongkahan pantat montok dan bulu-bulu halus mengintip di tepian kain bawah yang dipakai mbak candra. Stooooopppp... !!!!

2 Meter sebelum mas candra mencapai tubuh mbak candra terlihat tangan mbak candra terjulur lurus dan menghentikan langkah mas candra. Mbak candra bebisik dengan logat dibuat seseksi mungkin " sayaaaaaang, tetap disitu ya, jangan melangkah maju, aku mau tunjukin sesuatu ..."

Mas candra mengangguk mengikuti permintaan istrinya seperti telah terhipnosis. Tanpa menunggu lama, Mbak candra memulai kejutannya. Dia mulai mengoyangkan pantatnya memutar sambil tangannya sendiri meremas kedua payudara sekal miliknya. Semakinllama goyangan itu semakin erotis dan seksi sekali. tangan kiri Mbbak candra sudah turun keselangkangannya dan memainkan jari disana. gerakkan goyangan mbak candra semakin menggila dan menggila. Gerakan mengejang seirama gesekan jari di memeknya begitu menjadi-jadi. sekarang bahkan erangan dan desahan mbak Candra keluar begitu seksi dari mulutnya. namun yang bikin penasaran, mbak candra tak kunjung mepelas lingerie yang dia pakai. kemudian mbak candra mengambil langkah maju, lagi-lagi dia julurkan tangannya dengan gerakan menyetop layaknya polwan menghentikan kendaraan di jalan. Mbak candra semakin maju dan sampailah di mendekati tubuh mas candra. Mbak candra mengarahkan jari telunjuknya ke pusar suami, kemudian dia tarik lepas ikatan handuk yang melilit di pinggang suaminya. Sekarang nampaklah tegak menjulang penis mas candra tanpa penutup apa-apa. Mbak candra segera mundur ketempat semula. dia jilat dan kulum jari telunjuk yang tadi melepas handuk suaminya. Jilatannya begitu menggairahkan dan seksi sekali. Kemudian dia mengangat kedua tangannya dan meliuk-liuk seperti sedang berjoget ditengah lantai clubbing. kepalanya terempar kekanan dan kekiri.

Tak berapa lama kemudian jarinya tertunuk kepada Mas candra dan mengisyaratkan Mas Candra untuk mendekat. Semakin dekat mas candra melangkah. Setelah jarak kurang dari 1 meter, mbak candra langsung menerjang maju. Dilumatnya mulut mas candra sambl dia remas kuat-kuat penis suaminya itu. Mas candra membelalakkan mata menerima remasan keras itu, namun mulutnya yag dilumat telah hanyutkan dia dalam pergulatan yang mengasyikkan. Tangan mas candra mulai berkreasi dia belai lembut pantat sang istri, semakin lama semakin keras. Tak puas dengan itu, dia sibak kain bawah sang istri dan dia gulung hingga pinggang. Mulai lagi dia remas pantat menggemaskan itu dengan penuh nafsu. Berhenti sejenak lalu dia tarik kain dada istrinya dengan cepat hingga semua kain itu terkumpul di pusar. Tangan Kanan di gunaan untuk meremas dada istrinya yang bulat, tangan kiri dia gunakan untuk meremas pantat istrinya yang montok. Menerima remasan ganas di dadanya, mbak candra menjadi kegelian, ciuman di bibir pun terlepas karena mulutnya mulai mendesah " awhhh...sssttt...ahhhhhh mas gellii masshh ahhh". Mendengar itu mas candra semakin merajalela, dia sambar puting istrinya dengan bibir dan di emut, dia sedot, dia mainkan lidah dipuncak puting ranum istrinya. Mbak candra semakin mendesah ' ahhh mas mas mas mas aaahh aaaaa..aa.aaaa..".

15 menit berlalu tanpa terasa dalam pergumulan foreplay itu. Mas candra kemudian menurunkan tangan kembali ke pantat lalu masuk menuju belahan pantat dan terus masuk hingga mencapai pintu lobang vagina mbak candra, srrringg..rasa aneh menggetarkan jiwa mbak candra...antara geli dan nikmat berbaur menjadi satu. Sejurus kemudian mas candra sudah mencolek dan menggosok kelentit mbak candra. Mbak candra mengelinjang keras karena gosokan tangan di kelentit itu. " aaaaaaaaaahhhhh massss sssttttttt ahahhhhhh". Semakin basahlah lubang surga mbak candra. Merasa sudah cukup basah, mas candra sedikit menarik kesamping kedua kkaki istrinya, saat itu terlihat kedua kaki istrinya agak melebar kesamping. Mas Candra segera memposisikan penis di depan lobang vagina mbak candra dalam posisi berdiri itu. Dia dorong tarik dorong tarik dorong dorong dan blesss...seluruh permukan penis telah ditelan habis oleh mulut memek mbak candra. " ahhhhhhh......." hanya desahan demi desahan yang penuhi ruangan itu. Mas candra dengan semangat terus memompa memek istrinya. MBak candra dengan desahan seperti kepedasan terus merancau sambil meringis nikmat. Dia peluk leher suaminya. kembali mereka berciuman dengan ganas, namun ciuman itu tak berlangsung lama, mulut mereka lebih sibuk untuk mendesah dan berteriak nikmat.
"awwwhhh ahhh ahhh mas can...draaa aaaghh ah enak sekali sayanngmng,, ampun enakknya awaahh akhh ahh"
"tempikmu juga enak syang,,, ehh uuh ahh ah"

Capek dengan berdiri, Mbak candra dipangku duduk dilantai oleh mas candra, dengan posisi women on top namun sambil duduk mereka segera melanjutkan genjotan demi genjotan. kata-kata binal dan seksi mereka ucapkan silih berganti sebagai bumbu persetubuhan itu. Tiba-tiba mbak candra menjerit parau, dia tengadahkan kepala keatas, sambil memeluk erat tubuh suaminya. Mbak candra mencapai orgasme dengan begitu nikmat. dia menjerit dan melenguh tanpa beban, dia lepaskan puncak kenikmatan itu dengan dahsyat. 1 Menit kemudian, Mas candra merasa kedutan di batang kemaluannya sudah tak dapat ditahan lagi. Sperma pun muncrat ke dalam rahim istri yang sedang dia pangku itu. Puncak kenikmatan seperti telah melambungkan mereka. Sambil berpelukan mesra mereka rebahan ditempat tidur. Mbak candra masih memeluk erat tubuh suaminya. Dia bertengkurap diatas tubuh suaminya. Penis yang mulai mengecil masih berada dalam memek mbak candra. tak terasa mereka tertidur bersama..sepasng suami istri yang bahagia..inspirasi suami istri di negeri ini..