Skip to main content

Istri Temenku

Sahabatku Harun dan istrinya, Yasmin, telah bersama sejak mereka kuliah. Harun orangnya pendek namun penuh humor dan Yasmin orangnya cantik serta memiliki body yang sangat menawan yang mampu membuat setiap lelaki yang melihatnya berdecak kagum. Kami bertiga adalah teman baik sejak SMA. Harun dan Yasmin hidup bahagia sejak pernikahan mereka sampai suatu ketika saat Harun mulai selingkuh dengan seorang perempuan bernama Astuti, kehidupan rumah tangga mereka mulai tidak harmonis. Hampir setiap hari Harun pergi berkencan dengan Astuti dan ia selalu bilang ke Yasmin, istrinya, kalau dia sedang kerja lembur. Terkadang dia juga beralasan sedang keluar denganku. Pada awalnya, Yasmin tidak pernah curiga sampai akhirnya Yasmin tahu hubungan mereka. Dengan mata kepala sendiri, beberapa kali dia melihat suaminya jalan dengan perempuan tersebut dan itulah awal dari semua ini.

Jumat sore, Harun meneleponku dan mengatakan kepadaku bahwa dia sedang kencan dengan Astuti dan akan mematikan HPnya. Dan seperti yang sudah2, jika Yasmin meneleponku, maka aku diminta memberitahunya bahwa ia berada di rumahku sedang di kamar mandi dan akan meneleponnya kembali nanti. Namun ternyata kali ini tidak seperti biasanya, Yasmin mendadak datang ke rumahku dan mengetuk pintu. Ketika aku membuka pintu, aku tidak dapat berkata-kata. Aku tidak tahu apa yang harus aku katakan dan apa yang harus aku perbuat. Saat aku masih dalam kebingungan, Yasmin menyerbu masuk dan memeriksa seluruh ruangan di rumahku. Setelah tidak menemukan suaminya, Yasmin menghampiriku dengan berlinang air mata.

"Ternyata selama ini aku telah dibohongi" kata Yasmin penuh dengan kekesalan.

Aku diam; Aku sama sekali tidak tahu apa yang harus aku lakukan.

"Kamu tahu semua tentang hal ini bukan? Kamu sudah lama tahu semua ini" katanya, "Aku tahu kamu adalah sahabatnya, tetapi kamu juga sahabatku. Kenapa kamu tidak mencegahnya?" Yasmin terus menumpahkan kekesalannya padaku.

"Apakah aku sudah tidak menarik lagi sehingga Harun harus membohongiku dan selingkuh dengan perempuan lain?" kata Yasmin.

"Kamu adalah perempuan yang sangat menarik, Yas. Setiap lelaki normal pasti tertarik padamu. Tak terkecuali aku" jawabku berusaha menghiburnya. Karena rasa bersalahku, aku tidak berani menatap wajah Yasmin.

Yasmin duduk di sofa dan hampir 30 menit lamanya dia diam tidak berkata sepatah katapun. Lalu tiba-tiba, Yasmin berdiri dan langsung berjalan ke arahku. Aku pikir Yasmin akan marah dan menamparku, tapi diluar dugaanku dia malah menciumku.

"Aku akan membuat dia menyesali apa yang dia lakukan kepadaku" katanya dan mulai menciumku lagi.

“Yas, ingat Yas... kendalikan dirimu jangan terbawa perasaan emosi sehingga kamu berbuat nekat diluar kesadaran kamu” aku mendorongnya dan berusaha mengingatkan dan menenangkannya agar dia tidak berbuat nekat seperti itu.

"Rud... setubuhi aku, Rud. Jika Harun dapat tidur dengan perempuan lain, maka aku akan membiarkan diriku ditiduri sahabatnya" kata Yasmin semakin bernafsu melumat bibirku. Mendapat serangan tersebut, akhirnya nafsukupun bangkit. Aku balas lumatan bibir Yasmin. Aku sedot-sedot lidahnya dan aku gelitik rongga mulutnya dengan lidahku.

Sejenak Yasmin melepaskan lumatan bibirnya kemudian membuka semua pakaian yang menutupi tubuhnya. Dalam sekejap kini dia telah telanjang bulat dihadapanku. Luar biasa bentuk tubuh Yasmin sangat mempesona. Tubuhnya putih mulus. Payudaranya besar dan kencang. Sementara itu tepat ditengah selangkangannya tampak bukit memeknya yang tembem yang ditumbuhi oleh bulu2 jembut yang lebat. Disaat aku masih terpana dengan keindahan tubuh Yasmin, tiba2 dia menyergapku dan melumat bibirku kembali dengan ganasnya sambil menarik celana boxer dan CDku hingga keduanya teronggok di lantai. Mata Yasmin terbelalak melihat kon tolku yang besar tersebut.

"Gila, kon tolmu besar banget. Besarnya dua kali lipat kon tol Harun" kata Yasmin.
"Boleh aku menyentuhnya?" pinta Yasmin.
"Lakukan apa yang kamu suka dengan kon tolku" kataku.

Yasmin kemudian meletakkan tangannya di kantong pelirku dan mulai bermain-main dengan kedua biji pelirku. Itu membuat aku benar2 terangsang dan membuat batang kon tolku menjadi tegang, keras dan bertambah besar.

"Tadi kamu berusaha menolak melakukan semua ini, tapi mengapa sekarang kon tolmu jadi tegang? Kamu nafsu juga ya sama aku?" sindir Yasmin.

"Ah lupakanlah... sekarang isap kon tolku, Yas" perintahku. Aku sudah tidak peduli lagi kalau Yasmin adalah sahabatku dan sekaligus juga istri dari sahabatku. Aku sudah benar2 dikuasai nafsu birahi untuk segera menyetubuhi tubuh montok Yasmin.

Lalu aku mendorong kepala Yasmin dan mendorong kon tol besarku tepat ke mulutnya. Awalnya mulut mungil Yasmin kesulitan untuk mengulum dan menjilati setiap bagian kon tol besarku tersebut, namun setelah beradaptasi iapun mulai menikmatinya. Sementara dia mengisap kon tolku, tanganku mulai meraba dan menggosok-gosok memek basah Yasmin, beberapa saat kemudian aku mencoba memasukan jari tengahku kedalam liang memeknya.

“Aaaaaahhhhhhhh... Ruuuuud... ssssssshhh... mmmmmhhh... iya Ruuuuud... teruuuuus... ssssssshhh... enak bangeeeeeeet...” rintih Yasmin. Terasa memeknya semakin basah dan dia tidak bisa berhenti mendesah merasakan kenikmatan yang dia terima.

“Mmmmmmmm... aaaahhhhhh... Ayo Rud masukin kon tol besarmu ke memekku, Rud!!! Entotin memekku, Rud...!!! Masukin Rud...!!! Please... aku sudah nggak tahaaaaaaan...” pinta Yasmin yang sekarang sudah jadi binal.

"Kenapa kamu sangat ingin aku menyetubuhimu? Bukankah Harun selama ini telah memuaskanmu?” Tanyaku.

"Emang sih, tapi kon tol Harun kecil. Aku ingin merasakan dipuasi dengan kon tolmu yang besar tersebut Rud. Aku ingin merasakan nikmatnya memekku dimasuki kon tol segede kon tolmu" jelas Yasmin.

"Baiklah Yas, puaskan dirimu dengan kon tolku" kataku

Begitu mendapat persetujuanku, Yasmin langsung mendorong tubuhku hingga aku terduduk di sofa. Kemudian dengan cepat dia mengangkangi pahaku, lalu dengan cekatan dia memasukan kon tolku kedalam liang memeknya. Awalnya dia mengalami kesulitan memasukkan batang kon tolku yang besar tersebut ke liang memeknya. Begitu dia berhasil memasukkan kon tolku kedalam liang memeknya, bagaikan seorang cowboy yang sedang menunggangi kuda liar, dia bergerak liar sambil mendesah-desah keenakan.

“Aaaaahhhhhhhh... enaknya Ruuuuud... gede banget kon tolmu... mmmmmmmhhh... ssssssshhh... enak banget kon tolmu Ruuuuud, gede banget... memekku terasa penuh... aaaaaaahhh...” Yasmin terus mengerang dan mendesah sambil terus menaik turunkan pantatnya sehingga kon tolku keluar masuk liang memeknya.
"Nikmat, Yas?" tanyaku
"Oh Rud, kamu memberiku kenikmatan persetubuhan yang luar biasa yang belum pernah aku dapatkan dari Harun selama ini" katanya

“Aaaaahhhhhhhhh... aaaaahhhhhhhh... sshssssshhh... mmmmmmm... iya Ruuuuud... ooooooohhh... enaknya kon tolmu... aaaaaaahhh... Rudiiiiiii... akuuu udah mau sampai...” erang Yasmin. Dia langsung menggenjot kuat2 pantatnya sehingga kon tolku nancep ke memeknya dalam2. 2 menit kemudian Yasmin mendapatkan orgasme pertamanya. Bibirnya digigit keras2, punggungnya melengkung, pantatnya menekan kon tolku ke liang memeknya dalam2, matanya cuma keliatan putihnya saja sambil melenguh kencang banget.

“Rudiiiiiii... akuuuu sampaiiiiiii... aaaaaaahhh... enaknyaaaaaa... aaaaaaahhh... ampun Ruuuuud... ooooooohhh... aaaaaaaaaahhhhh...!!!” jerit Yasmin. Seeeeer... seeer... seeeeeeer... memek Yasmin menyemburkan cairan orgasmenya banyak sekali menyiram batang kon tolku yang berada di dalam liang memeknya.

Yasmin masih menikmatin kepuasannya, kon tolku yang tegang masih berada di dalam liang memeknya. Aku dorong tubuh Yasmin sehingga kon tolku keluar dari dalam memeknya. Clooooop... kon tolku lepas dari memek Yasmin. Aku langsung menarik badan Yasmin hingga posisinya jadi nungging.

“Ruuuuud... Yasmin mau kamu apain lagi? Yasmin nggak kuat Rud. Yasmin masih lemas barusan nyampai gara2 kon tol besarmu tuh” protes Yasmin.

Aku nggak menghiraukan protes Yasmin. Aku arahin kon tolku ke memek Yasmin dan begitu kon tolku masuk liang memeknya, langsung aku genjot lagi kon tolku dengan kecepatan sedang. Yasmin ternyata langsung ke enakan. Apalagi saat payudaranya aku remas2 dari belakang sambil aku genjot memeknya.

“Aaaaaaahhhhh... Rudiiiiiii... Jahat kamu, Yasmin lemas nih... mmmmmhhh... aaaaaaahhh... iya Ruuuuud... aaaaaaahhh...” kembali Yasmin protes.

Mendengar Yasmin cuma protes lewat omongan saja, maka aku tetap terus menggenjot memeknya. Sambil aku sodok dalem2 memeknya, payudara Yasmin aku remas2, aku jilatin putingnya dan sekali2 karena gemas aku tampar pantatnya PLOK... PLOK... PLOK...

“Aaaaaooowww... aaaaaaahhh... ssssssshhhh... aaaaaaaaaahhh... mmmmmhh... Rudiiiiiii... terus Ruuuuud... enaaaaaaak... ooooooohhh... ya ampun enaaaaaknyaaaaaaa...” Yasmin kembali mengerang.
“Apanya yang di terusin Yas? Kasih tau yang jelaaaaas. Ploook...” aku tanya dan aku tampar lagi pantat Yasmin. Setelah 3 menit di doggy, Yasmin menjawab setengah teriak.
“Aaaaaaauuuuwwww... aaaaaaahhh... iya Ruuuuud... ssssssshhh... entotin memekku...!!! ssssssshhh... aaaaaaahhh... entot pakai kon tolmu yang gedeeeee...!!! aaaaaaaaaahhh...” jawab Yasmin.

Yasmin sudah menunjukan tanda2 kalau orgasmenya akan segera sampai, maka tanpa berpikir panjang lagi, langsung saja aku genjot kon tolku dengan cepat. Ceplak... ceplok... ceplak... ceplok... suara pangkal pahaku yang menghantam memek Yasmin yang sudah sangat basah hingga bulu jembutku basah kuyup. Genjotan kon tolku semakin lama semakin cepat karena aku juga sudah mulai merasakan mau nyampai juga. Di ruang tamuku sekarang terdengar suara Yasmin yang berteriak-teriak merasakan kenikmatannya, bunyi tamparanku pada pantat Yasmin yang bulet dan suara kon tolku yang keluar masuk memek basah Yasmin.

“Aaaaaggghhhhh... Rudiiiiiii..., crep... crop... crep... crop..., mmmmmmmhhh... aaaaaaauuuwwwww..., plok..., Rudiiiiiiiiii...”

Yasmin menoleh ke samping kepalanya mendongak ke atas sambil menggigit bibir.

"Rudiiiiiii... aaaaaaahhh... aku mau nyampai lagiiiiiii... aaaaaaahhh... Rudiiiiiii... teruuuuuuus...” erang Yasmin. Mukanya tampak sensual, kulit badannya mulus, punggungnya melengkung, tangannya meremas2 payudaranya sendiri. Mata Yasmin terpenjam sambil mendesah2. Aku sendiri juga sudah mau sampai dan mulai menggenjot memek Yasmin sedalam2nya, sekeras2nya dan sekencang2nya.

“Akuuu... nyampai Ruuuuuuud... aaaaaarrrrgghhhhhhhh... gilllaaaaa... akuuuuu... nyampaiiiiiii... ooooohhhhhhhhh... ssssssshhh... mmmmhhh... aaaaaaaaaahhh...!!!” jerit Yasmin. Seeeeer... seeer... seeeeeeer... kembali memek Yasmin menyemburkan cairan orgasmenya untuk kedua kali.

“Ooooooohhh... akuuuuu... juga mau nyampaiiiiiii...” teriakku. Tanpa memberi waktu istirahat bagi Yasmin untuk menikmati orgasmenya, aku dorong kon tolku ke dalam liang memek Yasmin yang sudah sangat basah itu sedalam2nya.

“Aaaahhhhh... Yaaaaas... aku mau ngecrot... aaaaaaahhh...!!!” kataku sambil terus menyodokkan kon tolku kedalam liang memek Yasmin.

“Aaaaaaaaahhh... Rudiiiiiii... gilllaaaaa... aduh aku mau nyampai lagi Ruuuuuud... aaaaaaaaaahhh... ssssshhh... mmmmmhhh... busyetttttt... Rudiiiiiii... aku nyampaaaiiiiiii... lagiiiiiii...!!!” jerit Yasmin merasakan orgasme ketiganya. Seeeeer... seeer... seeeeeeer... cairan orgasme Yasmin kembali menyembur membanjiri liang memeknya.

Pada saat yang bersamaan dengan orgasme yang dialami Yasmin, akhirnya aku nyampai juga.

“Aaarrrghhhhhhh... aku nyampai Yaaaaaaas...” teriakku

“Aaarrrrrghhhhhhhh... iya Ruuuuuud... ooooooohhh... ssssssshhh... semprotkan di dalam memekku Ruuuuud... aku pingin merasakan semprotan spremamu... ssssshhh...ooooohhh...” pinta Yasmin. Crooooot... crooot... crooooooot... spremaku nyemprot banyak sekali di dalam memek Yasmin saat aku sodok kuat2 kon tolku sampai mentok didasar liang memeknya. Kaki Yasmin sudah nggak kuat lagi menahan posisi doggynya sehingga tubuhnya ambruk tengkurap, dengan kon tol yang masih berada di dalam liang memek Yasmin, aku ciumin leher Yasmin.

“Aaaaaaahhhhhhhh... Rudiiiiiii... enaknyaaaaaaaa... mmmmmhhh... ssssssshhh... gila deh kamu... aku barusan mendapatkan 3 kali orgasme sekaligus... ssssssshhh... nikmaaaaatnyaaaaa...” kata Yasmin.

Aku cabut kon tolku dari memek Yasmin dan kita duduk berdampingan sambil berciuman.

“Rud kamu hebat banget. Kalau aku jadi ketagihan gimana nih...?” jelas Yasmin.
“Tinggal kontak saja, aku siap muasin kamu kok. Karena aku juga ketagihan dengan memek kamu. Memek kamu enak banget hangat... dapat menyedot-nyedot kon tolku” jawabku. Yasmin tersipu sambil menggelendot manja dan menjawab.
"Kamu memang benar2 hebat! Rasanya aku telah menikah dengan teman yang salah" kata Yasmin dan kamipun tertawa.

Setelah istirahat beberapa saat, aku masih ingin menikmati tubuh montok Yasmin. Namun agar kami dapat dengan bebas dan tenang melakukan persetubuhan tanpa takut sewaktu-waktu Harun datang ke rumahku, maka aku menawari Yasmin untuk menghabiskan weekend ini di puncak dan Yasmin setuju. Setelah menelpon Harun dan bilang kalau istrinya tadi telepon dan minta disampaiin kalau istrinya akan menginap di rumah temannya. Aku juga bilang ke Harun kalau aku mau ke Yogya sampai hari Minggu. Yasmin tersenyum mendengar perbincanganku ditelepon dengan suaminya. Akhirnya kami menginap di puncak. 2 hari dipuncak aku puas puasin untuk menyutubuhi Yasmin yang sexy dan selama 2 hari pula aku buat Yasmin terkapar kepuasan.

Sejak saat itu kami bercinta beberapa kali dalam seminggu. Kadang kami melakukannya di rumahku, kadang di rumah mereka, Yasmin dan Harun. Bahkan pernah karena kami berdua sudah sangat kepingin, kami melakukannya di kamar mandi sebuah restoran sementara Harun sedang menunggu kami di lounge. Setiap ada kesempatan kami selalu bercinta hingga akhirnya aku pindah ke Makasar. Namun saat aku liburan ke Jakarta, Yasmin selalu minta dipuasi dengan kon tol besarku.

Popular posts from this blog

Guruku Liar Sekali

Ini pengalaman kencan seksku sebelum aku mengenal internet, tepatnya ketika aku masih duduk di bangku SMA. Sedang teman kencanku adalah seorang guru seni lukis di SMA-ku yang masih terbilang baru dan masih lajang. Saat itu umurku masih menginjak 19-20 tahun. Sedang guru lukisku itu adalah guru wanita paling muda, baru 25 tahun. Semula aku memanggilnya Bu Guru, layaknya seorang murid kepada gurunya. Tapi semenjak kami akrab dan dia mengajariku making love, lama-lama aku memanggilnya dengan sebutan Mbak. Tepatnya, Mbak Yani. Mau tahu ceritanya?

*****

Sore itu ada seorang anak kecil datang mencari ke rumah. Aku diminta datang ke rumah Mbak Yani, tetangga kampungku, untuk memperbaiki jaringan listrik rumahnya yang rusak.

"Cepat ya, Mas. Sudah ditunggu Mbak Yani," ujar anak SD tetangga Mbak Yani.

Dalam hati, aku sangat girang. Betapa tidak, guru seni lukis itu rupanya makin lengket denganku. Aku sendiri tak tahu, kenapa dia sering minta tolong untuk memperbaiki peralatan rumah t…

ISTRI BINAL

Namaku Kevin berumur 33 tahun, dan istriku bernama Risnawati 29 tahun, dia selalu membuatku merasa bangga karena memilikinya. Ya bangga karena semua pria akan berhasil dia paksa untuk menolehkan kepala jika dia lewat dihadapan mereka. Aku selalu merasa bergairah bila melihatnya mengenakan pakaian sexy, terlebih bila pakaiannya bisa dibilang sangat sexy untuk mengundang beribu pria menelan ludah karena melihatnya.

Tiga Wanita Satu Lelaki

Namaku Jackie dan tentunya bukan nama asliku. Aku adalah pria yang kurang beruntung, karena sudah dua kali ingin berniat untuk berkeluarga dan dua-duanya gagal. Aku berasal dari Indonesia, tapi sudah lama sekali tinggal di negerinya "kanguru". Dan atas saran teman-teman, maka aku mensponsori seorang cewek dari Indonesia dengan niat untuk menikah. Tapi setelah wanita itu mendapatkan izin tinggal tetap di negeri ini, wanita itu meninggalkan aku. Begitu juga dengan yang kedua, yang berasal dari Amerika Latin. Nah, karena rumah yang kumiliki ini mempunyai dua kamar dan karena aku hanya tinggal sendiri sekaligus sudah kapok untuk mencari pasangan lagi, maka kamar yang satunya aku sewakan pada seorang pelajar (cowok) dari Jepang. Namanya Gamhashira. Gamha yang playboy ini sudah dua hari pulang ke negerinya untuk berlibur setelah menamatkan SMA-nya.

Pada suatu sore di hari libur (liburan dari kerja) aku buang waktu dengan main internet, lebih kurang satu setengah jam bermain inter…