Skip to main content

Sahabat Suamiku

Sering kali suamiku ngobrol bersama temannya temannya di pos security yang tidak begitu jauh dari rumah, mereka biasa saja ngobrol sampai larut malam entah apa saja yang mereka ngobrolkan, aku tidak pernah kepo, namun sesekali suamiku suka juga menceritakan keseruan obrolan mereka, tentu saja aku mengetahui teman teman suamiku, karna mereka satu cluster perumahan, dan pertemanan mereka juga sudah tahunan, usia mereka juga berfariasi, ada yg seumuran suamiku dan ada yg sudah 50 tahunan juga.

Suamiku berumur 40 tahunan, namun masih kelihatan muda dan gaul karna penampilannya yg cuek dan mudah bergaul, di kantor juga begitu, punya banyak teman dan komunitas, easy going gitulah..

Tak jarang juga kalau hujan suami lebih senang ngopi diteras rumah, apalagi sekarang musim kopi biji yg berasal dari penjuru tanah air, mereka pun asik bertukar cerita tenang kopi dan cara pengolahannya, bahkan membeli peralatan kopi yg tidak murah, serta bermacam macam proses biji kopi. Kata suami, kopi instan itu bukan kopi, tapi tepung, aaah ada ada saja timpalku, aku kan suka kopi saset TOP katakuuu.


Suatu malam, suamiku ngopi diteras rumah, rumah kami di beri pagar sama suami dan di tutup oleh plastik pagarnya demi menjaga privacy dan keamanan didalamnya, dia mulai mempersiapkan kopi dan peralatannya, aku menyeletuk, gak ada temannya ya pi di pos security?

“Iya nih mi, pada tiarap semua, padahal baru jam 9 malam, biasanya kalau jumat gini mah ngobrol sampai jam 2 pagi kita”

ya udah deh pi, mimi di kamar aja ya kataku, mimi mau nonton tv aja.

Iya mi, kalau mimi mau bobok duluan sok atuh, papi mau nyantai aja dulu disini, ini papi dah wa iyan, mau nunjukin ke dia kopi yg baru papi dapat dari teman kantor, yang baru pulang dari Banyuwangi”

“Have fun ya piii” kataku, akupun pergi ke kamar tidurku, anak anak pasti sudah bobok di atas, pembantu juga sudah bobok di kamarnya.

Aku pergi kekamarku, mengganti bajuku dengan baju tidur yang tipis dan seksi, aku pilih celana dalam model mini hampir menyerupai g-string, tanpa BH, sekilas aku memandang diriku di kaca kamar, putih, seksi…. Hmmmm walaupun aku sudah memasuki umur 40 tahun, tapi badanku tidak kalah sama anak mahasiswi, karna aku rajin olah raga impact dan olahraga BL, seminggu aku olahraga 5 kali sehingga badanku pun padat berisi, seperti biasa sebelum ke peraduan, aku sikat gigi dulu kekamar mandi yg ada dikamar tidur kami, malas kekamar mandi belakang.

Sehabis sikat gigi aku melihat diriku lagi di kaca, sempurna gumanku, lalu tiduran sambil nonton tv, mmm acaranya tidak ada yg bagus, aku matiin tv dan mengambil majalah yg baru dating hari ini.

Di Luar suamiku sudah ngobrol ngobrol dengan temannya, namanya iyan, iyan rumahnya tidak jauh dari rumah kami, hanya berjarak 4 rumah, lebih tua 5 tahun dari suamiku, orangnya putih bersih, manajer di bank swasta., dia mempunya satu anak, dan istrinya terkena kanker payudara, sudah diangkat dan sekarang sudah berangsur sembuh, mereka asik ngobrol ngalur ngidul.

Udah jam 11 malam tapi mataku belum serasa ngantuk, dari tadi baca majalah ini belum selesai, banyak gossip dan fashion yg aku suka, lalu aku cek fashion nya di gadget, semakin penasaran jadinya.

Jam 12:00 kurang aku sudah merasa mengantuk, kubereskan majalah dan gadgetku, pintu kamar sengaja aku tidak tutup, ac tidak aku hidupin, karna malam ini udaranya sejuk, aku mulai naik ke tempat tidur memeluk guling, karna sepi, samar samar aku bisa mendengarkan suara suamiku dan iyan diluar sana, aku mendengar pak iyan mau pipis. Aku mendengar suamiku dengan asal mengatakan, masuk pintu ke kiri nanti ke arah kamar yg dibelakang itu, disana ada kamar mandi katanya.

What.. kataku dalam hati, ini kan kamar mandi dalam kamar kita, mungkin suamiku sekenanya ngmong gitu karna dia tidak pernah pakai kamar mandi yang dekat dapur, aku langsung pura pura tidur, aku mendengar langkah pak iyan mendekat, badanku masih membelakangi arah datang iyan, langkah iyan tiba tiba berhenti, mungkin dia ragu untuk meneruskan atau berbalik, aku mencoba bernafas setenang mungkin, baju tidur yang aku pakai sangat mini, dipundak hanya tali tipis, lebih tipis dari tali bra dan bagian bawah hanya sampai pantat saja, kalau dalam posisi miring gini pasti bokongku menyembul dan pungungku yang putih bersih pasti menggoda iyan, belum lagi aroma tubuhku yang tadi sore baru aku semprot dengan parfum bvlagri Omnia yang lembut, pasti akan mempengaruhi syaraf iyan.

Aku mendengar iyan menarik nafasnya dalam, dan pelan pelan mendekat ke arahku, aku berpikir bukannya tadi dia mau pamit ke toilet?

Rambutku di cium iyan, terasa nafasnya ditelingaku, dan tangannya dengan lembut dijatuhkan di bokongku, aku menahan nafas setenang mungkin, tangannya serasa diusapkan ke bokongku, lalu diangkat lagi, mungkin dia takut kalau aku terbangun..

Sekarang iyan mencium wangi tubuhku, wajahnya hanya berjarak satu centimeter dari kulit punggungku, kedengaran suaranya, “harum banget wangi tubuh kamu sayang”.

Wajahnya perlahan mendekat lagi ke rambutku, mencium wangi rambutku, sekarang lebih berani, aku merasakan wajah iyan menempel ke rambutku, makin lama semakin terasa wajahnya menempel.dan sekarang mencium kepalaku, aku diam saja, sekarang tangannya sudah merapat lagi di bokongku yang bulet, sedikit diremasnya bokongku, aku mulai teangsang dibuatnya, kepala iyan turun ke bawah di leherku, diciumnya leherku dan akupun merinding dibuatnya, tak tahan akupun menggerakkan kepalaku dan mengeluh, arghhhh…

Iyan semakin semangat, merasa dikasi angin, dia semakin kuat meremas pahaku, dan mulutku dicium iyan, aku berbalik dan sekarang posisi terlentang, iyan semakin semangat, tangannya naik ke dadaku dan mulai meremas dadaku, akupun membalas remasan dada iyan dengan mulai mengarahkan tanganku ke sekangkangannya, terasa benda yang besar dan sudah keras, aku menyentuh dengan jariku, tiba tiba iyan menurunkan celana yang dipakainya, dan tanganku dibimbing ke kontolnya, wauuuu aku bias merasakan kontol yg besar dankeras sekali , iyan menurunkan tali baju tidurku dan mulai menurunkan pakaianku ke perut, selanjutnya iyan menciumi susuku dengan buas, dari mulutnya keluar kata kata, ahhhh enak sekali susu kamu saying, aku udah lama tidak cium susu, ohhhh aku boleh ya ciumi susu kamu sampai aku puas…..

Aku hanya melenguh dan semakin terangsang, karna memang kelemahanku adalah di susu, kalau susuku dicium dengan enak dan tidak asal cium, aku akan semakin terangsang, dan iyan sangat pintar dalam permainan ini. Dia menghisap susuku dengan perasaan, dia tidak membuat aku hilang gairah karna dia tidak menggigit dengan membabi buta, susuku yang keras karna rajin olah raga BL membuat iyan betah disana, dan akupun semakin basah.

Tangan iyan yg kiri sudah masuk kedalm celana dalamku yang mini, smentara bibirnya masih melumat susuku dengan nikmatnya, aku sudah hilang kendali, sudah tidak memikirkan suamiku diluar sana entah ngapain, mungkin asik searching searching di google.

Kini iyan meremas kedua susuku dengan tangannya, dia sangat gemes dengan susuku yang kencang, arghhhhhh, teruskan saying kataku, susuku ditekan tekan ke ranjang dengan kerasnya, dan aku sangat menikmati, tiba tiba celanaku ditariknya dengan kasar, dan langsung membenamkan wajahnya diselangkanku, lidahnya dijulurkan sampai mentok, aku menggelinjang dan tanganku reflex memegang lagi kontolnya, kutarik badannya ke ranjang, kubalikkan badanku dan kucium kontol iyan yang besar dan gede, keras seperti kayu…. Iyan mengerang lembut, dia sudah tak tahan ketika kuisap isap kontolnya, dia membalikkan badanku, katanya” masukin ya, keburu ketahuan suami kamu, aku diam saja, dan kontol besarnya dimasukkan perlahan lahan ke dalam memekku, arghhhh…. Gede dan keras, tanganku bereaksi meremas dada iyan, dan iyan pun langsung menggoyangkan, memompa memekku dengan kecepatan tinggi, sepertinya iyan tidak mau berlama lama, mungkin takut ketauan, dan tidak berapa lama iyan mengerang memelukku keras sambil menciumi bibirku dengan kasarnya, ooooooooh saying aku keluar … ooooohhhhhhh.

Sekejap kemudian Iyan menarik kontolnya dan langsung memakai baju dan celananya..

Dia langsung meninggalkanku begitu saja…. Dimana aku masih belum keluar, spermanya membasahi dalam memekku, akupun langsung kekamar mandi membersihkan badanku.

Samar samar aku mendengar iyan ngomong ke suamiku, sorry bro, tadi gw sekalian boker, sakit perut gara gara minum es buah tadi siang, suamiku pun menjawab, santai aja bro, liat deh ini ada kopi baru dari banyuwangi, gw mau order, bla bla bla..

Aku sudah tidak peduli lagi kepada percakapan mereka, yang aku ingat kontol iyan yang besar dan keras dan ciumannya di dadaku yang masih berasa….. ahhhhh,, malam yang sangat mengesankan.

Popular posts from this blog

Guruku Liar Sekali

Ini pengalaman kencan seksku sebelum aku mengenal internet, tepatnya ketika aku masih duduk di bangku SMA. Sedang teman kencanku adalah seorang guru seni lukis di SMA-ku yang masih terbilang baru dan masih lajang. Saat itu umurku masih menginjak 19-20 tahun. Sedang guru lukisku itu adalah guru wanita paling muda, baru 25 tahun. Semula aku memanggilnya Bu Guru, layaknya seorang murid kepada gurunya. Tapi semenjak kami akrab dan dia mengajariku making love, lama-lama aku memanggilnya dengan sebutan Mbak. Tepatnya, Mbak Yani. Mau tahu ceritanya?

*****

Sore itu ada seorang anak kecil datang mencari ke rumah. Aku diminta datang ke rumah Mbak Yani, tetangga kampungku, untuk memperbaiki jaringan listrik rumahnya yang rusak.

"Cepat ya, Mas. Sudah ditunggu Mbak Yani," ujar anak SD tetangga Mbak Yani.

Dalam hati, aku sangat girang. Betapa tidak, guru seni lukis itu rupanya makin lengket denganku. Aku sendiri tak tahu, kenapa dia sering minta tolong untuk memperbaiki peralatan rumah t…

ISTRI BINAL

Namaku Kevin berumur 33 tahun, dan istriku bernama Risnawati 29 tahun, dia selalu membuatku merasa bangga karena memilikinya. Ya bangga karena semua pria akan berhasil dia paksa untuk menolehkan kepala jika dia lewat dihadapan mereka. Aku selalu merasa bergairah bila melihatnya mengenakan pakaian sexy, terlebih bila pakaiannya bisa dibilang sangat sexy untuk mengundang beribu pria menelan ludah karena melihatnya.

Tiga Wanita Satu Lelaki

Namaku Jackie dan tentunya bukan nama asliku. Aku adalah pria yang kurang beruntung, karena sudah dua kali ingin berniat untuk berkeluarga dan dua-duanya gagal. Aku berasal dari Indonesia, tapi sudah lama sekali tinggal di negerinya "kanguru". Dan atas saran teman-teman, maka aku mensponsori seorang cewek dari Indonesia dengan niat untuk menikah. Tapi setelah wanita itu mendapatkan izin tinggal tetap di negeri ini, wanita itu meninggalkan aku. Begitu juga dengan yang kedua, yang berasal dari Amerika Latin. Nah, karena rumah yang kumiliki ini mempunyai dua kamar dan karena aku hanya tinggal sendiri sekaligus sudah kapok untuk mencari pasangan lagi, maka kamar yang satunya aku sewakan pada seorang pelajar (cowok) dari Jepang. Namanya Gamhashira. Gamha yang playboy ini sudah dua hari pulang ke negerinya untuk berlibur setelah menamatkan SMA-nya.

Pada suatu sore di hari libur (liburan dari kerja) aku buang waktu dengan main internet, lebih kurang satu setengah jam bermain inter…