Skip to main content

Skandal Maskapai

Namaku Ardi (Nama Fiktif), aku adalah seorang pilot pada sebuah maskapai penerbangan lokal negeri ini, aku menjadi pilot sudah sekitar 7 tahun, aku memiliki seorang istri dan 2 orang putra. Tubuhku yang atletis dan kontolku yang gemuk selalu membuat perempuan yang kini menjadi istriku selalu terpuaskan hasratnya setiap kami ‘main’. Aku pulang ke rumah hanya 3 minggu sekali karena padatnya jadwal penerbangan yang aku jalani. Sehingga kumerasa terkadang hasrat seksualku tidak tersampaikan. Aku dan copilotku mas Andri sering berbincang tentang hal ini dan di pesawat ini kami memiliki selera yang sama, yaitu ada seorang pramugari yang baru beberapa bulan lalu menikah di usianya yang masih 23 tahun, ia bernama Mala.

Mala selalu menjadi bahan obrolanku dan andri, karena tubuh mala yang tinggi langsing dengan toket 34B dan pinggul yang montok selalu bisa membuat kami konak saat ia mengantarkan teh hangat ke kokpit. Sehingga aku dan andri merencanakan suatu strategi yang memungkinkan kami untuk menikmati tubuh mala, saat itu kami sedang menerbangkan pesawat ini ke daerah timur negeri ini, dimana kami mendarat sekitar jam 9 malam, sehingga kami harus menginap di sebuah hotel di kota tersebut. Kamarku dan kamar andri berseberangan, sementara kamar mala berada 3 kamar setelah kamar kami, kamar di sebelah kamarku adalah kamar pramugari lain. Sekitar jam 10 aku dan andri hendak berkeliling di sekitar hotel, saat kami melintas kamar mala, kami berpapasan dengannya,

“Capt..” sapa mala terhadapku. “Eh iya mbak mala, dari mana mbak?” tanyaku. “Dari lobby capt., habis ngerumpi dengan pramugari lain” ucapnya. “Oohh…mala nanti bisa ke kamar saya sekitar jam setengah 11? Ada yang mau saya bicarakan” ucapku. Kulihat ekspresinya sedikit kaget, tapi mencoba kalem, “Oh baiklah capt., yuk mari” ucapnya.

Saat tak berapa lama aku dan andri keluar hotel, “Gerak cepat di? Udah konak lu ya?haha” ledek andri. “Huss..biarin! mari cari obat kuat biar panas permainan malam mini, hehe” ucapku. Setelah kami mendapatkan bahan untuk eksekusi kami malam ini, kami segera kembali ke hotel. Aku dan andri menanti kehadiran mala di kamarku, “Tok…tok…tok” terdengar ketukan pintu kamarku. “yaa sebentar, siapa ya?” ucapku.

“Ini mala capt.” Ucapnya. Kubuka pintu dan berkata “Oh mbak mala, sila masuk” aku mempersilahkan ia masuk. Malam ini ia menggunakan blouse berwarna biru yang menonjolkan dadanya yang bulat itu dan celana kain berwarna biru dongker. “Mau bicarain apa ya pak?” tanyanya tak lama ia duduk. “Oh mbak mala rupanya, saya kira siapa” ucap andri yang pura-pura keluar dari kamar mandi. “Eh pak andri, iya nih pak” ucap mala.

Aku dan andri mulai membicarakan hal yang sebenarnya ndak ada tapi kami ada-adain aja ke mala demi dapatin tubuh si mala ini, sekitar 20 menitan kami ngobrol, andri ke belakang mengambil minuman untuk kami, dan tentunya minuman mala bakal ia campur dengan obat-obat penaik libido yang tadi sempat kami beli saat kami mencari obat kuat. “Sila diminum dulu mbak” ucap andri memberikan air sirup jeruk ke mala, “Oh iya terima kasih pak” ucap mala tanpa menaruh rasa curiga terhadap kami.

Kami pun juga meminum air yang andri siapkan, kukerlingkan sebelah mataku ke andri dan andri mengangguk yang itu artinya obat kuat sudah andri larutkan di minuman kami. Kami lanjutkan perbincangan kami, aku melihat bahwa obat perangsang yang andri larutkan di minuman mala mulai bereaksi, terlihat mala sedikit gelisah pada tempat duduknya.

“Mbak mala kenapa? Panas ya ruangannya” ucapku memecahkan suasana, “Hmm ndak kok capt.” Ucapnya dengan nada rendah, dan kusimpulkan bahwa ia sedang masuk fase libido tinggi. Dengan sigap aku dan andri mengapit tubuhnya, “Aih! Ngapain pak?!” teriaknya, dengan sigap andri menutup mulutnya.

“Diam aja kamu mbak, nikmatin aja” bisikku di telinganya, terlihat matanya melotot seolah ia menolak perbuatan kami, tubuhnya menggeliat supaya dilepaskan dari rangkulan andri, namun tidak terlalu kuat karena efek dari libidonya yang tinggi, melihat ia sudah seperti cacing kepanasan, aku segera menjamah kedua toketnya dengan tanganku, andri menciumi ganas lehernya, “Auhh..hentikan pak…hentikan capt.” Pintanya.

Kunaikkan blouse biru yang ia kenakan, ternyata ia tidak mengenakan bra, langsung kulahap pentil toket kanannya, tangan andri mulai sibuk meremas toket kiri mala. “Ouuhh jangan digigit..capt..”, mala semakin aktif memberontak sehingga membuat aku dan andri semakin kewalahan, karena tak sabar, andri langsung menampar pipi kiri mala, “Plak!”, gerakan berontak si mala berhenti sejenak, ia lalu mengelus pipinya dan menutup toketnya dengan bantal yang ada disitu.

“Eh sabar bro..sabar” ucapku menenangkan andri, “Habisnya dia..” ucap andri yang masih naik darah. Aku segera membuka celanaku beserta celana dalamku, kontolku yang sudah setengah berdiri sempat membuat mala melongo, karena memang kontolku tidak terlalu panjang hanya sekitar 15 cm namun diameternya yang cukup besar, lubang tutup mijon aja gak muat,hehe. Andri melihat tindakanku, langsung melakukan hal yang sama. Aku dekati mala, dan sedikit kujambak rambut hitam panjangnya, “Kalau gak mau disiksa, nih kulum kontol saya” ucapku,

“Ta..ta..tapi capt.” Ucapnya terbata-bata, lekas kutarik tangan kanannya yang masih menutup toketnya dengan bantal agar ia mengocok kontolku, aku kembali duduk disampingnya, mulai memanjakannya dengan kecupan lembut di sekitar telinga dan lehernya, “Plis capt. Jangan…Uhh” ucapnya, walaupun ia tetap menolak namun kumulai merasakan ia mengocok kontolku, kulirik andri, ia masih sibuk mengocok kontolnya yang berkebalikan dengan milikku, ia memiliki kontol 18 cm namun diameternya kecil dibanding punyaku, andri masih enggan mendekati mala karena ia baru saja menampar mala.

Kumulai membuka resleting celana kain mala dan melepaskan celana dalamnya yang kurasakan telah basah, kumasukkan jari tengahku ke sela-sela bibir memeknya, “Uhh capt..udah dong..” ucapnya seraya menahan tanganku memohon padaku agar tidak melanjutkan tindakanku,

“Udah lah mala sayang, nikmatin aja, saya tau kamu kurang dibelai karena kita padat jadwal akhir-akhir ini” ucapku seraya asyik menciumi leher dan toketnya, saat kurasakan kontolku sudah tegang maksimal, aku berdiri dan menggendong tubuh mala, lalu kubaringkan ia di kasur kamarku ini, aku langsung naik ke atas tubuhnya dan kembali memanjakannya,

“Capt. Udah ya..saya udah punya suami loh capt.” Ucapnya seraya mendorong kepalaku untuk menghentikan kecupanku di perutnya, kuhentikan semua kecupanku lalu segera kuposisikan kontolku di bibir memeknya,

“Plis jangan nodai aku..ssh” pintanya seraya mendesah merasakan gesekan palkonku. Kumasukkan perlahan kontolku ke memek mala, “Uhh capt. Gak muat capt.” Desahnya, kedua tangannya kini mendorong perutku agar aku menghentikan penerobosan kontolku di dalam memeknya, saat ¾ kontolku telah masuk, aku merasakan pijatan keras dari memek mala, lalu lekas kuhentakkan keras kontolku agar masuk semua,

“Oh! Capt!” teriaknya menerima hentakkan keras kontolku, kini kontolku bersarang di dalam memek mala, kudiamkan sejenak, kulihat kontol andri mulai mengeras karena ia memperhatikan aksi aku dan mala barusan,

“Kamu kok tega capt. Uhh” ucap mala, aku mulai menggenjot memek mala yang jauh lebih sempit dibandingkan milik istriku, “Uhh mala, memekmu rapet banget” desahku yang mulai asyik menggenjot mala,

“Ahh..ahh..capt.” desahnya, mulut mala yang menganga saat mendesah dimanfaatkan oleh andri untuk meminta kuluman mala pada konotlnya, mala sempat kaget saat kontol andri masuk ke mulutnya, namun karena ia mulai menikmati genjotanku, ia lekas mengemut kontol andri disertai remasan pada buah zakar andri, dan itu cukup membuat andri mengerang nikmat, tak berapa lama aku mulai bosan dengan posisi ini,

Aku melepaskan kontolku dari memek mala, terlihat mala sedikit kecewa, ia melepaskan kulumannya pada kontol andri, “Ndri, gentian gih, dirimu genjot dia, WOT ya!” ucapku, andri mengerti maksudku, ia lalu memposisikan tubuh mala untuk naik ketubuhnya dan menggenjot kontolnya, mala yang jongkok diatas tubuh andri, kudorong agar sedikit telungkup diatas badan andri, sehingga andri semakin leluasa meremas dan melumat toket mala yang montok itu, sementara aku masih sibuk mengoleskan baby oil pada batang kontolku, karena aku hendak membobol lubang anus mala, agar dapat kami nikmati nanti.

Aku segera naik ke kasur tempat mala digenjot sama andri, dan kuposisikan palkonku di bibir anus mala, mala sadar akan hal itu ia lalu lnagsung menoleh kearahku dengan wajah horny memelas,

“Capt. Jangan disitu plis, saya belum pernah..sshh…sshh” ucapnya, kutakperdulikan ucapannya, langsung kubenamkan kontol gemukku di dalam anus mala, “Akhh tidak! Hentikan capt.” Ucapnya seraya menampar-nampar tanganku yang memegang erat pinggulnya, kuhentakkan sedikit keras sehingga semua kontolku masuk ke dalam anusnya yang perawan itu

Aku dan andri bergantian menggenjotnya, malam itu menjadi malam eksekusi pertama kami terhadap mala, dan berikutnya ia telah menjadi budak seks kami.

************

Beberapa bulan setelah aku dan andri mengeksekusi mala…

************

Hari ini saat aku sedang berkumpul bersama awak pesawat di executive lounge sebuah bandara yang pastinya juga ada mala disitu, kami berbicang. Berhubung aku dan mala duduk sedikit di pojok, mala berbisik kepadaku,

“Capt., aku curhat dikit ya”, “hhm apa itu?” tanyaku, “gini capt., tadi pagi sebelum aku kesini, aku berantem dengan suamiku karena permainan dia tadi malam kurang memuaskan, apa mungkin saat aku bertugas dia sering main cewek ya makanya lemes gitu main sama aku” ungkapnya,

“Sst jangan mikir gitu ah kamu” ucapku, tanpa babibu, mala meraba kontolku dari luar celanaku, “Hei, ngapain kamu” ucapku sedikit kaget, “bentar aja capt., aku kangen punyamu ini” jawabnya manja sambil terus mengurut kontolku dari luar celanaku,aku majukan sedikit dudukku sehingga aktifitas urut kontol yang mala lakukan tertutup meja,

Aku pun dengan sigap menyibakkan rok dinasnya yang belahan roknya sepaha, rok ala-ala pramugari. Kumainkan itilnya, saat ia semakin asyik dengan aktifitasnya, kamipun tidak mengabaikan obrolan yang sedang berlangsung, tak berapa lama terdengar panggilan bahwa kami harus segera ke pesawat untuk melakukan penerbangan kami, kulihat mala sedikit cemberut kecewa.

Saat di pesawat, mala mengantarkan teh hangat untukku dan andri, ia sedikit membungkuk, membiarkan toketnya menggantung bebas, kuremas pantatnya, “Eh..capt.” teriak kecilnya. “Sudah lah di, terbangin ini dulu baru ngentot” ledek andri. Kamipun menerbangkan pesawat kami yang menuju sebuah kota dengan waktu tempuh 3 jam, “Ndri, aku istirahat bentar ya, tolong handle” ucapku, “Istirahat atau genjot?” ledeknya lagi, “Ah ngertilah kamu” ucapku seraya meninggalkannya di ruang kokpit

Aku mengintip ke kabin penumpang, karena mencari mala, ternyata mala menyadari aku sedang mencarinya, ia lekas menghampiriku, langsung kutarik masuk ke kokpit, “Uhh capt., mau dimana? Di wc aja kali ya?” Tanya mala. “Disini aja deh, dah gak tahan aku” ucapku seraya mengecup leher mala,

“Uhh bahaya dong capt.” Desahnya, kugiring ia mendekati andri yang sedang mengemudikan pesawat, “bentar ya ndri, gak tahan aku, rindu memek si mala ini” ucapku sambil menunggingkan mala dan kusuruh ia bertumpu pada kursi kemudiku, kunaikkan rok dinasnya, lalu kuturunkan G-string hitam yang ia gunakan, kupermainkan itilnya dengan jemariku,

“uhh..sshh capt., cepetan ahhh” desah mala. Kukeluarkan kontolku dari lubang resleting celanaku langsung kumasukkan ke memek mala yang sudah becek sedari tadi, “Uhh capt., sshh..ahh capt.,” desah mala, “jangan kuat-kuat desahnya dong..” ucap ardi. Kuhentakkan kontolku dengan semakin keras, semakin membuatnya menggelinjang.

“Ndri, gak minat?hehe” ucapku ke andri. “Ah jangan aneh-aneh di, jatuh pesawat ni nanti” jawab andri. “Yaudah entar gentian aja..sshh” ucapku. “Ouhh sshhh aahh capt… aku sampai” desah mala, terasa cairan hangat menyembur ke palkonku. “Cepet amat beb muncratnya” ucapku.

“Kontol capt. sih nusuk banget..ssshh” ucap mala. Kutarik bahunya agar berdiri sejajar denganku dengan kontolku masih menancap di dalam memeknya, kuarahkan ia berjalan mendekat pintu kokpit. “uhh..sshh capt., mau kemana?” tanya mala. “Udah diam aja, buka deh itu pintu kokpitnya” ucapku dengan ide gilaku.

“Mau ngapain capt? ngentot di depan penumpang ya? Sshh” Tanya mala. “kamu mau ya?sshh” tanyaku. “Jangan dong capt., malu tau” ucap mala. Kuhentakkan sedikit keras sehingga ia mengangguk angguk, “Tu kepalamu aja angguk angguk berarti mau dong..” ucapku.

“Ahh ssshh capt. jahil aaahh genjot keras banget.” Desah mala. Ia mulai pelan membuka pintu kokpit dan mengecek keadaaan di luar, “Gimana mala?” bisikku yang masih asyik menggenjot memeknya. “pramugari lain lagi berjualan keliling, di depan pintu kokpit sepi nih” ucap mala. Lekas kudorong tubuhnya keluar dari kokpit dan lekas menutup tirai yang ada disitu, mala bertumpu pada tembok yang berdekatan dengan tirai. Langsung kugenjot keras memeknya, kubekap mulutnya supaya ia tidak mendesah keras.

“Huff…ughh..hhmm” desahnya menerima serangan kontolku. “Aku sampai beb” bisikku. “crot…crot…crot…” ada 4 semburan pejuku di dalam memeknya, menerima semburan pejuku, ternyata ia juga orgasme,

“Ugghh..ugghh..hhmm” desahnya, tubuhnya mengejang dan terasa semburan cairan cintanya menghangatkan palkonku. Aku langsung mengarahkan tubuhnya untuk kembali membuka pintu kokpit dan masuk ke kokpit lagi. Saat telah di dalam kokpit, aku lepaskan kontolku dari memeknya dan terlihat cairan putih meleleh dan menetes dari memeknya sehingga membasahi lantai kokpit.

Mala tiba-tiba langsung jongkok di depan kontolku lalu ia melumat dan melahap kontolku dengan wajah genitnya, “Eh ngapain lagi?” tanyaku, “kontolmu basah capt., aku mau pejumu…sluurrpp” ucapnya. Setelah mala membersihkan cairan yang tersisa di kontolku, kami segera kembali merapikan pakaian kami dan kembali bertugas.

Popular posts from this blog

Guruku Liar Sekali

Ini pengalaman kencan seksku sebelum aku mengenal internet, tepatnya ketika aku masih duduk di bangku SMA. Sedang teman kencanku adalah seorang guru seni lukis di SMA-ku yang masih terbilang baru dan masih lajang. Saat itu umurku masih menginjak 19-20 tahun. Sedang guru lukisku itu adalah guru wanita paling muda, baru 25 tahun. Semula aku memanggilnya Bu Guru, layaknya seorang murid kepada gurunya. Tapi semenjak kami akrab dan dia mengajariku making love, lama-lama aku memanggilnya dengan sebutan Mbak. Tepatnya, Mbak Yani. Mau tahu ceritanya?

*****

Sore itu ada seorang anak kecil datang mencari ke rumah. Aku diminta datang ke rumah Mbak Yani, tetangga kampungku, untuk memperbaiki jaringan listrik rumahnya yang rusak.

"Cepat ya, Mas. Sudah ditunggu Mbak Yani," ujar anak SD tetangga Mbak Yani.

Dalam hati, aku sangat girang. Betapa tidak, guru seni lukis itu rupanya makin lengket denganku. Aku sendiri tak tahu, kenapa dia sering minta tolong untuk memperbaiki peralatan rumah t…

ISTRI BINAL

Namaku Kevin berumur 33 tahun, dan istriku bernama Risnawati 29 tahun, dia selalu membuatku merasa bangga karena memilikinya. Ya bangga karena semua pria akan berhasil dia paksa untuk menolehkan kepala jika dia lewat dihadapan mereka. Aku selalu merasa bergairah bila melihatnya mengenakan pakaian sexy, terlebih bila pakaiannya bisa dibilang sangat sexy untuk mengundang beribu pria menelan ludah karena melihatnya.

Tiga Wanita Satu Lelaki

Namaku Jackie dan tentunya bukan nama asliku. Aku adalah pria yang kurang beruntung, karena sudah dua kali ingin berniat untuk berkeluarga dan dua-duanya gagal. Aku berasal dari Indonesia, tapi sudah lama sekali tinggal di negerinya "kanguru". Dan atas saran teman-teman, maka aku mensponsori seorang cewek dari Indonesia dengan niat untuk menikah. Tapi setelah wanita itu mendapatkan izin tinggal tetap di negeri ini, wanita itu meninggalkan aku. Begitu juga dengan yang kedua, yang berasal dari Amerika Latin. Nah, karena rumah yang kumiliki ini mempunyai dua kamar dan karena aku hanya tinggal sendiri sekaligus sudah kapok untuk mencari pasangan lagi, maka kamar yang satunya aku sewakan pada seorang pelajar (cowok) dari Jepang. Namanya Gamhashira. Gamha yang playboy ini sudah dua hari pulang ke negerinya untuk berlibur setelah menamatkan SMA-nya.

Pada suatu sore di hari libur (liburan dari kerja) aku buang waktu dengan main internet, lebih kurang satu setengah jam bermain inter…