Terima Kasih Atas Kegadisanmu

By Lucy 25 September 2019
Ini adalah kisah nyata yg aku alami sekitar tahun 2013. Sebanrnya dah lama pingin nulis kisahnyata ini. Oya.. Namaku ilham 32 th, saat kejadian aku berumur 29 tahun, sudah berkeluarga dan dikaruniai satu nak. Aku dibesarkan dalam lingkungan keluarga yg agamis. Aku dan istriku adalah perantau yg sudah menetap di jakarta. Perawakanku sedang, standar, kulit coklat, rambut bergelombang, hidung macung, kata orang sih manis. Sedikit kurus Tapi otongku gedhe (serius).. hahaha

Suatu malam... Saat sedang sibuk mengerjakan tugas kantor, aku iseng buka Yahoo Masanger, itu aku lakukan untuk melepas penat.

Aku memasuki forum untuk berkenalan dg cewek, saat itu aku melihat cewek berjilbab, berkulit putih dan berperawakan cantik. Aku ajak kenalan. Tak saya sangka, ia memberi respon baik, kami berkenalan dan berbincang.

Tidak membutuhkan waktu lama untuk berkenalan. Ku ketahui, gadis asal kuningan, Jawa Barat ini masih single 23 tahun. Namanya Karin, sedang bekerja sbg sekretaris di perusahaan swasta.

Setelah sekian hari kami sering chating; akhirnya kami sepakat untuk bertemu di kuningan. Sebelum pertemuan, aku bertanya ke dia terkait beberapa penginapan. Rupanya dia adalah gadis lugu, tidak tau informasi penginapan atau hotel.

Pagi itu, jam 05 pagi, aku memacu kuda besiku untuk mengejar kereta di stasiun. Tekat kuat untuk menemui karin kuwijudkan dg menaiki Cirebon Ekpres. Aku sendiri tidak tau, mengapa tekadku begitu kuat untuk menemuinya. Padahal tujuanku juga belum jelas. Sekedar untuk melepas penat dan jalan-jalan saja.

Sesampainya di stasiun Cirebon, aku naik kendaraan umum menuju kuningan, Jawa Barat. Kuningan adalah kota yg berdekatan dg gunung ciremai, udaranya sejuk. Pemandangan indah. "Gak rugi aku capek-capek jalan ke sini", gumamku.

Aku sampai lebih dulu di tempat yg kami sepakati, di sebuah tempat ngetem di bawah pohon rindang. Hatiku gugup menunggu Karin. Gak tau sebabnya. Beberapa saat kemudian Karin datang. Aku menyapanya duluan.

Dia tersenyum, berpenampilan casual, menggunakan calana jeans hitam dan sweater putih. Karin gadis yg energik. Kulitnya kuning langsat, hidungnya mancung, bibirnya mungil, matanya bulat. dipoles gambaran gadis sunda yg sedang ranum. Menurutku Karin adalah gadis yg sangat nenawan. Badannya ideal. Bodinya sangat asyik dilihat. Yah... Pertemuan pertama aku sudah berguman "gak rugi jauh-jauh nyamperin karin, capekqu jadi hilang hanya dg memandangnya", bahagianya diriku, saat itu.

Bicaranya sopan, baik, nada bicaranya lembut. Tipologi gadis berpendidikan dan berkarakter. Hehehehe.

Saat bertemu, kita sempat bingung mau kemana. Akhirnyya kita sepakati makan. Sambil bicara ke sana kemari. Akhirnya aku pancing-pancing masalah pribadi, soal pacaran dll. Gaya berpacarannya normal. Biasa anak muda, peluk dan cium.

Dari ceritanya saya beranggapan, kl begitu aku juga bisa peluk n cium dia... Kalo bisa lebih sungguh senang hati. Tak terasa.. Otongku berdiri, menunjukkan kelelakianku. Usai makan.. Bingung mau kmn, karena gak bawa kendaraan. Akhirnya aku berkilah mau cari penginalan untuk naruh tas dan mandi sebentar.

Kebetulan, lokasi makan tidak jauh dari beberapa hotel. Kita berjalan sekita 1 km. Ketemu hotel lumayan bagus. Aku pesen kamar.
Saat di depan pintu kamar, kita sempet canggung, saya khawatir dia marah kalo aku ajak masuk kamar. Tapi ternyata tidak, kita memasuki kamar. Pintupun aku tutup, dia diam. Nah.... Ini tanda TO sudah masuk perangkap.

Kita ngobrol ke sana kemarin. Sampai pengalama seks. Aku bilang saat itu masih single. Dia mengaku masih perawan. Saat itu kita ngobrol begini
A : Aku
K : karin

A: kamu takut?
K: sedikit
A: takut knp?
K: gak tau ya
A : kamu cantik, baik lagi. Tenang g usah takut, semua akan baik-baik saja.
K : iya.. Makasih (tersenyum)

Aku puji dia terus, sambil belai rambutnya, dia diam. Lalu aku kecup keningnya, diapun menunjukkan kanyamanan. Suasana nyaman memang saat itu sangat terjalin. Benar-benar mendukung. Saat sedang asyik merayu, ada yg mengetok pintu, mengantarkan minuman hangat yg sebelumnya saya pesan. Buyar semua.
Akupun mulai dari awal. Merayu. Aku ajak dia duduk bersandar sambil nonton tv di kasur. Saat itulah badan kami saling bersandar. Dadanya bergedup kencang. Aku bikin dia rileka dengan mengajak bercanda dan menggelitik.

Gak sengaja beberapa kali aku nyenggol payudaranya. Gila... Rasanya luar biasa. Karena banyak becanda, akhirnya dia berkata :

K : panas yah...
A : copot aja sweater km (kesempatan)
K : malu ah...
A : gpp gak usah malu.

Jreng... Dia membuka swetaernya.. Dalemannya tangtop hitam, sangat tipis. U can see... Belahan dadanya sangat rendah. Bh merahnya terlihat. Tubuhnya padat, dia memang joging. Lengannya putih tanpa cacat. Mulus. Terawat. Dan lagi... Sangat menggairahkan.

Aku melotot. Kenapa liat gitu? Tanyanya. "Kulit kamu bagus, lengan kamu padet, pundak kamu indah" gombalku. Dia tersenyum. Dan kita masih berdekatan.

Kita terdiam... Aku berinisiatif mencium keningnya. Dia diam. Lalu aku cium matanya... Ini aku lakukan supaya dia memejamkan matanya. Kiri dulu, baru kanan. Dia menikmati dengan mata terpejam. Lalu aku cium bibirnya. Luar biasa sensasinya. Dia membalas dengan lembut. Kamu lama sekali berciuman. Sesekali aku cium pundaknya yg mulus.
Sengaja aku tidak merahi payudaranya. Supaya bisa mengekplore bagian tubuh yg lain. Aku cium lehernya, telinganya, pipinya, bibirnya, dia hanya bisa pasrah.

Aku mulai mengelua payudaranya dari luar kaos. Pelan, namun pasti. Sembari berciuman.. Payudaranya terus aku mainkan.

Saat ada kesempatan aku cium belahan dadanya. Aku membuka kaosnya. Dia menahan, "mau apa mas?" Aku coum bibirnya. Tak ada kata, tanganku bergerilnya melepas tank topnya... Dan... Berhasil.. Lepas. Pandangannya sayu rupanya dia masih kikuk.. "Gila" gumamku. Putih mulus... Tanpa cacat. Sering perawatan. Aku ciumin ketiaknya yg putih, sambil meremas. Kondisi kami sudah saling tindih.

"Mas.. Aku belum pernah seperti ini" katanya. "Gak usah takut, aku akan tanggungjawab" rayuku.

Ketiaknya harum, putih, tanpa bulu. Aku sungguh bernafsu. Tapi aku jalani dengan sabar. ketiaknya aku jilat, keringatnya sungguh nikmat. Dia hanya melenguh. Aku buka BH nya....

Dia menutupi dg tanggannya...

A: kenapa?
K : Malu
A : gak usaah malu, nih aku juga buka pakaian (sambil membuka pakaian atasku)

Aku pegang tangannya, dalam posisi tertindih, aku taruh kedua tangannyan di atas kepala. Sungguh posisi yg santa meggairahkan. Terpampang gunung kembar putih, mulus, ukurannya pas, kenyal, putinya masih pink (serius), sepertinya jarang dijamah.

Dia gak berani mema.dang mataku. Akupun mencium bibirnya sembari memeluknya. Puting kami bergesekan. Sungguh hangat. Perlahan namun pasti, aku ciumi payudaranya... Dia meremas rambutku.. Melenguh dan meracau. Sungguh menambah kenikmatan. Lama sekali aku memainkan payudaranya. Jilatan dan gigitan bertubi-tubi aku berikan. Karin sudah kepalang ajar, entah kenapa gerakannya tidak karuan, mukanya memerah, meringis, melenguh, menunjukkan berjuta rasa yg dia alami.